1. ’Nyontek’ Senior. Begitu Anda mendapatkan topik, langsung buka mata dan telinga lebar-lebar. Jangan malas mencari bahan materi sebanyak-banyaknya, mulai dari materi kuliah, buku dan internet. Kalau perlu baca makalah milik senior yang biasanya disimpan di perpustakaan –bukan menjiplak ya! Semakin banyak bahan yang Anda miliki akan memudahkan Anda mengerjakan makalah.
2. Terman Seperjuangan. Jika tugas makalah harus dikerjakan per kelompok, pilih teman yang cocok dengan Anda. Tidak perlu harus pintar atau kutu buku, tapi setidaknya rajin dan bertanggung jawab –daripada hanya Anda yang kerja sementara mereka asrik ngobrol.
4. Penampilan ‘Menggoda’. Saat membikin makalah, pepatah ‘Don’t Judge a Book By Its Cover’ sama sekali tidak berlaku. Berhubung ‘bungkus’ mencitrakan kesan pertama, tidak ada salahnya mengerahkan usaha lebih. Misalnya, menjilid makalah dengan cover cantik. Bisa juga menghiasnya dengan gambar sesuai topik –tapi lihat-lihat juga dosennya, moderat atau konvensional.
5. Sepele Tapi Penting! Setelah selesai menyusun makalah, jangan buru-buru dicetak. Lakukan beberapa hal berikut ini terlebih dahulu: 1) Inspeksi Susunan. Baca ulang isi secara pelan-pelan, lalu cek apakah ada susunan kata yang salah atau ambigu. Kalau Anda yang menulis saja tidak mengerti maksudnya, apalagi dosen Anda; 2) Enter! Jangan ragu memencet tombol enter di keyboard bila jumlah kalimat di satu paragraph sudah terlalu banyak. Kalau dosen capek membaca, bisa-bisa nilai Anda didiskon duluan. Khusus makalah, tidak menjadi soal bila boros halaman dan kertas, daripada dosen pusing baca paragraph yang terlalu panjang; 3) Teliti. Pastikan tidak ada judul bab yang nyempil di bagian bawah halaman sebelumnya, sementara isinya baru ada di halaman berikutnya. Jadi cermati susunan tulisan setiap halaman mulai dari bagian atas sampai bagian bawah halaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar